# cerita
Mengapa saya membuat PolyDev
«Yang mau, mencari peluang. Yang tidak mau, mencari alasan.»
- 2012Nokia 6303i Classic · WAP site builder
- →HTML · CSS
- →PHP
- →JavaScript
- →Flutter · Python
- 2026PolyDev
Pada 2012 saya tidak punya komputer. Saya punya Nokia 6303i Classic berkeypad dan keinginan besar untuk membuat sesuatu milik sendiri di internet. Di ponsel itu, lewat pembuat situs WAP, saya menyusun situs pertama saya. Layar kecil, tombol sebagai pengganti keyboard, internet seluler yang lambat — alasan untuk berhenti ada banyak. Tetapi saya mencari peluang, bukan alasan.
Setelah itu datang tahun-tahun belajar mandiri: HTML dan CSS, lalu PHP, lalu JavaScript, kemudian Flutter dan Python. Tidak ada yang menuntun saya. Saya belajar, membuat kesalahan, dan membangun proyek. Sudah lebih dari 14 tahun berlalu, dan selama itu pengembangan web tetap menjadi pekerjaan saya.
Saya ingat betul rasanya ingin berkarya ketika yang ada di tangan hanya sebuah ponsel. Dan saya tahu hari ini ada jutaan orang seperti itu: pelajar, developer pemula, semua yang tidak punya komputer bertenaga tetapi punya ide dan tekad.
PolyDev adalah alat yang dulu saya butuhkan pada 2012. Lingkungan pengembangan lengkap langsung di ponsel: agen AI yang menulis dan mengedit kode bersamamu serta menjelaskan apa yang dikerjakannya, terminal Linux sungguhan, pratinjau langsung, dan publikasi ke internet hanya dengan beberapa ketukan. Dulu, untuk mulai memprogram dibutuhkan komputer. Dengan PolyDev, cukup ponsel dan tekad.
PolyDev terus berkembang: saya memperbaikinya setiap hari, mengujinya pada tugas nyata, dan mendengarkan penggunanya. Jalan yang saya mulai dari Nokia berkeypad terus berlanjut, dan sekarang saya ingin jalan itu lebih mudah bagi semua orang yang hari ini melangkah pertama kali.
Kalau kamu mau — carilah peluang. Salah satunya sudah ada di tanganmu.
— Umidbek, pembuat PolyDev

